ANIMASI

ANIMASI

Sabtu, 26 Januari 2013

SUARA ANAK PERTIWI

NERAKA DI BUMI PERTIWI

 
Indonesia negri neraka.....!!!
Negri yang kaya akan alamnya, negri yang kaya akan budayanya, Negri yang kaya akan sejaranya, Negri yang kaya akan jumlah penduduknya, Negrinya orang-orang hebat dengan berbagai macam gelar, Doctor,Dokter,Megister,profesor dan gelar hiasan lainnya, negri yang kaya segala-galanya, indonesia negri terkaya di dunia. Tetapi kenapa semau itu seakan-akan tidak ada artinya bagi Negri kita, mengapa semua itu seakan semu, seakan bisu, seakan tuli, menjadi bayangan bagi Negri kita sendiri. 

Di mana orang-orang hebat.......???

Apa artinya gelar-gelar yang kita miliki......??? 

Apaitu hanya stempel, apa itu hanya hiasan, untuk menutupi semua kebusukan, kebusukan kaum penjilat, kaum pecundang, yang mempecundangi diri sendiri. Negri ini seolah cacat, bisu, tuli, buta, Negri ini lumpuh oleh kebodohan orang-orang pintar dan kelemahan orang-orang hebat. Negri ini menjadi babu di rumahnya sendiri, di tindas, di injak, di ludah, di telanjangi, di pecundangi, seperti maliing di rumah sendiri. Di arak-arakkan di lempar dari tangan ke tangan, di jadikan kelinci percobaan. Seperti kebo yang di cocok hidungnya, seakan tak punya pegangan, tak punyah arah, kebo yang di tunggangi oleh berbagai kepentingan politik. Kita seperti ayam jago, yang di adu, melukai, menyakiti, bahakan membunuh saudara kita, demi kepentingan orang lain. Kita lebih bangga menjadi babu di istanah orang, dibandingkan menjadi raja di gubuk kita sendiri. Lebih bangga melihat senyuman untuk orang lain yang ada di dalam diri kita, ketimbang menerima cacian oarang karena melihat kita di dalam diri kita sendiri. Menjual harga diri kita untuk membeli penghinaan, pengkianatan, penindasan terhdap diri kita sendiri. Para pendekar di negri ini bertarung karenah dan untuk kekalahan. Pendekar banci bukan pendekar sejati. Kapan semua ini akan berakhir, kapan kita menumkan kemerdekaan yang sejati. Samapai-sampai negri ini bingung mengartiakan kata MERDEKA. 

 Di mana indonesia..................???

Di mana merah putih............??? 

 Dimana pancasila....................??? 

Semua itu hanya hiasan, semua itu hanya kata-kata usang yang sudah tak bermakana lagi, semua itu sudah hilang, suda lenyap di makan rayap-rayap kapitalis, westwernisasi, yang rakus.

 Apa benar semua itu..............??? 

Apa kita pasrah dengan keadaan sepertia ini.......??? 

Kemerdekaan yang dulu Negri ini raih dengan menumpahkan ribuan liter darah, kemerdekaan yang dulu Negri ini raih dengan mengorbankan berjuta-juta nyawa, ribuan tulang berserakan di bumi pertiwi tercinta ini, berakhir dengan tetesan air mata, tangisan haru melihat pusaka Merah Putih berkibar di angkasa raya, menghirup nafas kebebasan, nafas kemerdekaan setelah lebih dari 365 tahun di jajah, di injak, di pecundangi oleh anjing-anjing kapitalis. Tetapi kemerdekaan itu belum menjadi suatu kemerdekan yang utuh, seperti yang di katakan Bung Karno ,“REVOLUSI BELUM SELESAI” ini berarti perjuangan kita masih belum selesai, kita masih harus berjuang-berjuang dan terus berjuang untuk mencapai Indonesia yang jaya, yang menggapai kemerdekaan sejati, indonesia yang berdikari, yang punya jati diri, yang kemudian mampu mensejahterakan kehidupan masyarakat indonesia itu sendiri. Jangan mau di jajah oleh imperealisme, jangan mauh menjadi budak kapitalis, jadilah diri kita sendiri, karena kita adalah orang indonesia. Kita punya budaya, kita punya jati diri, kita punya kepribadian yang tidak di miliki negara lain. Sudah cukup 365 tahun kita di jajah oleh anjing-anjing kapitalis, suda cukup keringat darah berkucuran di bumi pertiwi, jangan lagi kita nodai bumu pertiwi ini.