Indonesia negri neraka.....!!!
Negri
yang kaya akan alamnya, negri yang kaya akan budayanya, Negri yang kaya akan
sejaranya, Negri yang kaya akan jumlah penduduknya, Negrinya orang-orang hebat
dengan berbagai macam gelar, Doctor,Dokter,Megister,profesor dan gelar hiasan
lainnya, negri yang kaya segala-galanya, indonesia negri terkaya di dunia.
Tetapi kenapa semau itu seakan-akan tidak ada artinya bagi Negri kita, mengapa
semua itu seakan semu, seakan bisu, seakan tuli, menjadi bayangan bagi Negri
kita sendiri.
Di mana orang-orang hebat.......???
Apa artinya gelar-gelar yang kita
miliki......???
Apaitu
hanya stempel, apa itu hanya hiasan, untuk menutupi semua kebusukan, kebusukan
kaum penjilat, kaum pecundang, yang mempecundangi diri sendiri. Negri ini
seolah cacat, bisu, tuli, buta, Negri ini lumpuh oleh kebodohan orang-orang
pintar dan kelemahan orang-orang hebat. Negri ini menjadi babu di rumahnya
sendiri, di tindas, di injak, di ludah, di telanjangi, di pecundangi, seperti
maliing di rumah sendiri. Di arak-arakkan di lempar dari tangan ke tangan, di
jadikan kelinci percobaan. Seperti kebo yang di cocok hidungnya, seakan tak
punya pegangan, tak punyah arah, kebo yang di tunggangi oleh berbagai
kepentingan politik. Kita seperti ayam jago, yang di adu, melukai, menyakiti,
bahakan membunuh saudara kita, demi kepentingan orang lain. Kita lebih bangga
menjadi babu di istanah orang, dibandingkan menjadi raja di gubuk kita sendiri.
Lebih bangga melihat senyuman untuk orang lain yang ada di dalam diri kita,
ketimbang menerima cacian oarang karena melihat kita di dalam diri kita
sendiri. Menjual harga diri kita untuk membeli penghinaan, pengkianatan,
penindasan terhdap diri kita sendiri. Para pendekar di negri ini bertarung karenah
dan untuk kekalahan. Pendekar banci bukan pendekar sejati. Kapan semua ini akan
berakhir, kapan kita menumkan kemerdekaan yang sejati. Samapai-sampai negri ini
bingung mengartiakan kata MERDEKA.
Di mana
indonesia..................???
Di mana merah
putih............???
Dimana
pancasila....................???
Semua
itu hanya hiasan, semua itu hanya kata-kata usang yang sudah tak bermakana
lagi, semua itu sudah hilang, suda lenyap di makan rayap-rayap kapitalis,
westwernisasi, yang rakus.
Apa benar semua
itu..............???
Apa kita pasrah dengan keadaan
sepertia ini.......???
Kemerdekaan
yang dulu Negri ini raih dengan menumpahkan ribuan liter darah, kemerdekaan
yang dulu Negri ini raih dengan mengorbankan berjuta-juta nyawa, ribuan tulang
berserakan di bumi pertiwi tercinta ini, berakhir dengan tetesan air mata,
tangisan haru melihat pusaka Merah Putih berkibar di angkasa raya, menghirup
nafas kebebasan, nafas kemerdekaan setelah lebih dari 365 tahun di jajah, di
injak, di pecundangi oleh anjing-anjing kapitalis. Tetapi kemerdekaan itu belum
menjadi suatu kemerdekan yang utuh, seperti yang di katakan Bung Karno
,“REVOLUSI BELUM SELESAI” ini berarti perjuangan kita masih belum selesai, kita
masih harus berjuang-berjuang dan terus berjuang untuk mencapai Indonesia yang
jaya, yang menggapai kemerdekaan sejati, indonesia yang berdikari, yang punya
jati diri, yang kemudian mampu mensejahterakan kehidupan masyarakat indonesia
itu sendiri. Jangan mau di jajah oleh imperealisme, jangan mauh menjadi budak
kapitalis, jadilah diri kita sendiri, karena kita adalah orang indonesia. Kita
punya budaya, kita punya jati diri, kita punya kepribadian yang tidak di miliki
negara lain. Sudah cukup 365 tahun kita di jajah oleh anjing-anjing kapitalis,
suda cukup keringat darah berkucuran di bumi pertiwi, jangan lagi kita nodai
bumu pertiwi ini.
